Skip to main content

PESONA INDONESIA: DESA BRATI, 'Hidden Gems' Pegunungan Kendeng

Wah, sekarang kita benar-benar ada di akhir tahun nih! Tahun 2020 ini terasa begitu cepat berlalu ya, pada pertengahan Maret semua aktivitas terhenti seketika karena merebaknya virus corona secara global. Tak hanya di Indonesia melainkan di seluruh penjuru dunia, hampir semua aktivitas manusia terhenti. Mulai dari kegiatan belajar mengajar hingga pekerjaan dilakukan dari rumah atau work from home. Semua aspek terdampak hingga pada bulan Juli mulai ada pergerakan sedikit demi sedikit. Dan saat ini kita sudah berada di penghujung tahun.

Seperti pada tulisan sebelumnya dalam seri Pesona Indonesia, penulis telah mengulas mengenai tempat wisata otentik yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Nah, saat ini masih dalam upaya menghibur akhir tahun, penulis akan mengajakmu ke Pegunungan Kendeng sebagai rekomendasi wisata yang wajib kamu kunjungi. Memangnya ada apa sih di Pegunungan Kendeng? Dimana tuh Pegunungan Kendeng? Yuk lihat hidden gems yang ditemukan kali ini!

Sumber: Google.com 

Bumi Mina Tani: Pesona Pegunungan Kendeng

Pegunungan Kendeng merupakan suatu pegunungan kapur yang membentang di bagian utara Pulau Jawa. Pegunungan Kendeng mencakup dua provinsi yakni Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah mencakup Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Sragen Kota Salatiga dana Kabupaten Semarang wilayah timur. Sedangkan di Jawa Timur meliputi wilayah Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Mojokerto. Titik tertinggi di rangkaian Pegunungan Kendeng berada di Gunung Pandan (897 Mdpl) di perbatasan di Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu titik wisata yang dibahas oleh penulis kali ini berada di kaki Pegunungan Kendeng yang masuk dalam wilayah Pati. Pati memiliki semboyan “Bumi Mina Tani”. Semboyan ini merupakan cita-cita atau idealis dari pemerintah awal Kabupaten Pati yang ingin memajukan dan mensejahterakan daerah lewat hasil bumi terkhusus pertanian-perikanan. Jika beruntung, kamu bisa menjumpai Tugu Tani yang merupakan simbol dari semboyan “Bumi Mina Tani“. Semboyan ini dibuat berdasarkan karakteristik geomorfologi Kabupaten Pati yang memang memiliki dataran tinggi dan rendah, fungsi lahan Pertanian dan Perikanan. Sekilas, terbayang konsep agropolitan dan minapolitan yang akhir-akhir ini begitu populer di berbagai wilayah di Indonesia.

Wisata yang terdapat di kaki Pegunungan Kendeng dapat ditemukan di Kecamatan Kayen dan sekitarnya. Wisata yang disuguhkan Sebagian besar merupakan wisata alam, baik alami maupun buatan. Diantaranya ada Air Terjun Lorodan Semar yang bertempat di Desa Sumbersari, Bukit Pandang Duren Sawit yang berlokasi di Desa Durensawit, Candi Kayen Ki Darmoyono di Desa Sumbersari, Wisata Pemancingan Talun di Desa Talun, Goa Pancur Jimbaran yang berada di Desa Jimbaran, serta yang terbaru adalah Wisata Danau Terpus yang berada di Desa Beketel.

Untuk rekomendasi wisata di wilayah sekitar Pati lainnya kamu bisa mengunjungi laman ini.

Desa Brati, Kaki Pegunungan Kendeng yang Tidak Pernah Paceklik

Nama Desa Brati mungkin masih asing didengar oleh kebanyakan orang. Lokasinya masih berada di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Desa Brati memiliki wilayah administratif meliputi 7 pedukuhan, Dukuh Sobo, Dukuh Sawahploso, Dukuh Grasak, Dukuh Krukuk, Dukuh Pedak, Dukuh Cangkringan dan Dukuh Brati. Desa Brati memiliki bentang alam pegunungan kapur, dengan berbagai hasil bumi yang ditanam seperti tebu, jagung, keteela, dan kacang tanah, juga pepohonan jati.

Potensi wisata yang ada di Desa Brati berupa adanya sumber mata air asli yang berlokasi di kaki Pegunungan Kendeng yang masih jernih dan goa-goa alami bawah tanah beserta aliran sungai yang ada di dalamnya. Goa ini merupakan goa kapur yang lengkap dengan adanya stalaktit dan stalakmit. Tak disangka tenyata Desa Brati ini memiliki sumber air yang melimpah walaupun berlokasi tepat di kaki Pegunungan Kendeng sebagai gunung kapur, sehingga desa ini tak pernah mengalami kekurangan air sekalipun di musim kemarau.


Sumber: Google.com 

Hidden Gems Desa Brati

Meski belum begitu popular di telinga para enthusiast wisata alam, potensi wisata yang ada di Desa Brati ini patut untuk dijajal. Objek berikut bisa dikunjungi bersama-sama dengan komunitas atau teman sepermainan, kurang direkomendasikan bagi anak-anak dan lanjut usia karena masih sangat alami sehingga belum terdapat fasilitas yang dapat menjamin keselamatan dengan optimal. Fasilitas masih sangat sederhana dan dikelola oleh Karang Taruna Desa. Berikut adalah 3 hidden gems Desa Brati:

1)      Goa Lawa (Pari)

     Sumber foto: Google.com (foto adalah ilustrasi)

         Goa Lawa merupakan suatu goa karst bawah tanah dengan memiliki aliran sungai di dalamnya yang berasal dari sumber mata air. Didalam goa masih terdapat banyak stalaktit yang alami dan harus dijaga agar tidak rusak. Sekilas kondisi goa ini mirip dengan Goa Jatijajar yang berada di Kebumen.

2)      Sumber Mata Air Kali Gede

    Sumber mata air Kali Gede merupakan suatu sendang yang juga digunakan sebagai tempat mandi dan cuci bagi masyarakat pada jamannya. Saat ini sudah jarang untuk digunakan, namun kondisi airnya yang jernih dengan lingkungannya yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri.

3)      Makam dan  Sendang Mbah Ronggoboyo sebagai Wisata Ziarah

                                                Sumber foto: Google.com

    Sebuah situs makam dari Mbah Ronggoboyo yang juga menjadi satu kompleks dengan sumber mata air yang pada jamannya digunakan sebagai tempat mandi dan cuci bagi masyarakat sekitar. Situs ini berada di Dukuh Pedak, tepat di kaki Pegunungan Kendeng.

Memang sejauh yang saya tahu belum ada fasilitas wisata yang memadahi di tempat-tempat yang telah disebutkan, meski demikian kamu tetap dapat mengunjunginya apabila tertarik. Pastikan untuk bertanya dengan warga sekitar dan lebih baik lagi jika meminta untuk didampingi Ketika mengunjungi objek-objek tersebut. Karena masih sangat asli, mohon untuk tetap sopan dan tidak sembrono ketika berkunjung. Jaga ucapan serta tindakan seperti layaknya seorang tamu yang berkunjung ke rumah orang lain, hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan meresahkan.

Demikian ulasan dari penulis mengenai wisata alam dan ziarah yang berada di Desa Brati, Kecamatan Kayen, Pati. Tetap lakukan protokol kesehatan apabila ingin bepergian, selalu pakai masker, bawa vitamin, gunakan hand sanitizer, cuci tangan di tempat yang disediakan serta tetap jaga jarak untuk menjaga diri sendiri dan orang lain agar tetap sehat dimasa pandemi ini. Jika belum berani berwisata setidaknya mulai buat dulu saja perencanaannya. Be positive and stay (testing) negative guys!

 

Ditulis oleh Priska Grace, S.I.P

 

Artikel terkait:

https://www.berwisata.id/tempat-wisata-di-pati

https://jelajahkhatulistiwa.com/tempat-wisata-di-pati/ 

https://nyero.id/tempat-wisata-di-pati-terbaru-paling-hits-dikunjungi/

https://patibumiminatani.wordpress.com/2012/04/04/asal-usul-pati-bumi-mina-tani/

https://tempatwisataseru.com/tempat-wisata-di-pati-jawa-tengah-terbaru/

 

 

Comments

Popular posts from this blog

PESONA INDONESIA: Karangsambung, Black Box Alam Semesta di Pulau Jawa

Halo! Apa kabar pembaca hari ini? Melewati triwulan pertama di tahun 2021 apakah menyenangkan? Penulis berharap kehidupan pembaca berjalan dengan baik dan lancar untuk segala urusannya. Hehe.. Untuk mengurangi kejenuhan sebelum menempuh triwulan kedua di tahun 2021 ini penulis mau ajak pembaca jalan-jalan nih! Kali ini kita bakal menyusuri daerah selatan pulau Jawa, kira-kira dimana yaa? Bukan Jogja, bukan. Dalam Pesona Indonesia kali ini kita akan mampir ke salah satu geowisata yang mahaseru buat para pecinta sejarah dan geologi. Daripada terlalu lama yuk disimak apa saja keseruan dari rekomendasi wisata kali ini! Sumber: google.com Geowisata Indonesia: Lantai Dasar Samudera Purba yang Kaya Gugusan perbukitan membentang di kanan dan kiri jalan saat memasuki perjalanan bukit dan lembah menuju aliran Sungai Luk Ula, yang berada sekitar 19 km dari sebelah utara pusat Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Gugusan tersebut memiliki dinding-dinding batu raksasa dengan menampilkan lapisan-lapis...

MUDIK: Tradisi Fenomenal Sebelum Hari Raya

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah yang diprediksi jatuh pada tanggal 2 Mei 2022 kondisi jalanan terpantau ramai. Pasalnya tradisi mudik mulai dijalankan kembali setelah dua tahun terhenti akibat pandemi. Pandemi pada awal tahun 2020 menyebabkan tradisi mudik mandeg ; jalan antar kota ditutup, lebaran dirumah saja, tidak ada halal-bihalal maupun silaturahmi secara langsung. Terjadi perubahan secara signifikan dalam merayakan tradisi turun-temurun yang dilakukan setiap tahun. Silaturahmi dilakukan secara daring dengan aplikasi komunikasi virtual, bersalaman dan ucapan hari raya digantikan dengan chat via media sosial disertai emotikon—atau jika beruntung, saling berkirim hampers alias parcel untuk orangtua, sanak saudara, serta teman dekat. Sebenarnya sejak kapan sih tradisi mudik ini dimulai? Pada tulisan kali ini penulis akan mengulas mengenai tradisi yang menjadi salah satu fenomena besar di Indonesia ini serta makna serta   peranan pemerintah dalam kebijakan yang me...

PESONA INDONESIA: BALKONDES, Inovasi Baru Bagi Etalase Wisata Desa

       Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2020, pandemi corona virus telah berlangsung hampir satu tahun lamanya. Begitu banyak momen terlewat tetapi juga banyak pengalaman baru yang didapatkan, terutama terkait dengan penggunaan teknologi. Yang dekat harus dijauhkan, yang jauh dihubungkan dengan teknologi virtual. Untuk menghibur akhir tahunmu, berikut adalah informasi terkait kepariwisataan Indonesia yang telah banyak dikembangkan oleh Pemerintah dan masyarakat sekitar, namun sayangnya akhir-akhir ini melesu karena pandemi. Jangan khawatir, kamu bisa mengunjunginya setelah pandemi ini mereda. Lebih baik mulai kenali dulu tujuan  trip- mu dan siapkan budget agar nanti dapat berwisata dengan aman enjoy. Mari kita berkenalan dengan Balkondes sebagai rekomendasi tempat wisata dari penulis kali ini! Apa sih BALKONDES itu?      Balkondes merupakan akronim dari Balai Ekonomi Desa, adalah sebuah terobosan baru untuk meningkatkan perekonomi...