Skip to main content

POLITIK DAN BENCANA: Pandemi Belum Hilang, Monsoon Datang

Kita tahu bahwa diawal tahun 2020 lalu seluruh dunia dilanda pandemi Covid-19, tak terkecuali Indonesia. Pemikiran skeptis diawal sirna bersamaan dengan begitu banyak korban jiwa, baik dari pasien maupun tenaga medis. Pemerintah dan masyarakat bersama-sama berusaha serta bertahan di tengah masa pandemi. Protokol kesehatan begitu diutamakan agar roda perekonomian tetap bergerak meski melambat.

Sumber: google.com

Pandemi belum berlalu, angin monsoon datang. Angin Monsoon (monsun, red) atau biasa disebut dengan angin muson (musim; Arab) selalu melewati Indonesia setiap enam bulan. Terdapat dua macam angin monsoon: Monsoon Barat dan Monsoon Timur. Monsoon barat bertiup dari barat hingga barat laut dan muncul pada setiap Oktober sampai April. Munculnya angin monsoon barat menjadi indikator terjadinya musim hujan di wilayah Indonesia. Posisi matahari yang berada di belahan bumi selatan menyebabkan bagian tersebut—khususnya benua Australia, mendapat lebih banyak panas matahari daripada benua Asia sehingga terjadi pergerakan angin dari benua Asia (memiliki temperatur rendah dan tekanan udara tinggi) ke benua Australia (temperatur tinggi dan tekanan udara rendah). Angin dari benua Asia berbelok oleh gaya Coriolis saat melintasi Khatulistiwa, melewati Samudera Pasifik, Samudera Indonesia, dan Laut Cina Selatan. Dengan demikian angin monsoon barat membawa banyak uap air ke wilayah yang dilewatinya kemudian menyebabkan curah hujan tinggi, terutama di wilayah barat Indonesia. Kebalikannya, monsoon timur bertiup dari timur hingga tenggara setiap periode April hingga Agustus. Pada periode ini matahari bergeser ke belahan bumi utara. Angin ini tidak banyak membawa uap air karena hanya melewati laut kecil dan jalur sempit, seperti Laut Timor, Laut Arafuru, dan sebagian selatan Papua serta Nusa Tenggara. Oleh karena itu, pergerakan angin monsoon timur biasanya menjadi pertanda datangnya musim kemarau di wilayah Indonesia.

Terlihat sejak awal tahun 2021 ini Indonesia mengalami bencana alam yang tak jauh kaitannya dengan keberadaan angin monsoon ini, yakni banjir—juga beberapa erupsi dari gunung berapi yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik dari ring of fire yang melintasi Indonesia. Hal ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk mengatasi berbagai kerusakan yang diakibatkan oleh bencana yang terjadi bertubi-tubi diluar kendali.  Rasa duka dan kalut menghinggapi setiap warga negara, tetapi kekalutan tentunya tidak akan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu disaster management (manajemen bencana) sangat diperlukan oleh sebuah negara.

Sumber: google.com

Disaster Management?

Disaster management atau manajemen bencana memiliki pengertian sebagai proses pembentukan alias penetapan pada tujuan dan nilai bersama yang mendorong pihak – pihak terkait agar menyusun perencanaan dalam menghadapi bencana aktual maupun potensial (University British Columbia), sedangkan menurut University of Winconsin, manajemen bencana dimaknai sebagai rangkaian kegiatan yang secara khusus didesain agar dapat mengendalikan situasi pada saat bencana. Selain itu, manajemen bencana juga difungsikan untuk mempersiapkan kerangka bantuan pada masyarakat yang rentan bencana agar dapat diatasi dan terhindar dari dampaknya.

Adapun untuk tujuan dari manajemen bencana dapat disimak sebagai berikut:

1.   Bertujuan untuk melakukan pencegahan dan pembatasan total korban manusia dan adanya kerusakan pada harta benda serta lingkungan sekitar.

2. Bertujuan untuk menghilangkan kesengsaraan sekaligus kesulitan pada kehidupan demi penghidupan korban.

3.  Bertujuan untuk melokalisasi para penghuni di tempat tinggal yang baru.

4. Bertujuan menjadikan peran fasilitas umum dijalankan kembali. Misalnya. alat komunikasi publik, transportasi, listrik, sumber air, sekaligus ikut memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi yang terdampak bencana.

5.    Bertujuan untuk mengurangi adanya kerugian dan kerusakan yang berlebih.

6. Bertujuan mengembalikan standar yang dibutuhkan dalam pelaksanaan usaha pembaharuan dan mengkonstruksikan dalam konteks pembangunan.

7. Bertujuan membantu individu, masyarakat dan negara aman dari kerugian melalui tindakan sedini mungkin.

8.   Bertujuan untuk meminimalisasi kerugian fisik, ekonomi dan lingkungan pada individu, masyarakat dan negara.

9.     Bertujuan untuk mengurangi tanggungan penderitaan individu maupun masyarakat yang terdampak.

10.  Bertujuan untuk melakukan perbaikan kondisi akibat dari bencana.

 

Untuk mencapai tujuan yang telah diuraikan diatas akan lebih baik jika pemerintah mempunyai badan yang berfungsi sebagai crisis yang mampu begerak cepat, terencana, dan terkoordinasi agar tepat sasaran. Badan ini harus cukup ampuh dalam mengerahkan fund and forces dengan didasarkan pada jaringan yang kuat, terpadu, transparan, serta terukur sehingga mampu berdaya guna dengan maksimal. Sehingga bukan munculnya posko-posko (pos komando) yang tidak jelas komandonya. Apa yang harus dibentuk segera ialah satuan-satuan gerak cepat yang terkoordinasi dan terkontrol.

Politik dan Bencana

Lembaga atau organisasi yang paling bisa diharapkan dalam pelaksanaan manajemen bencana adalah militer: Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara. Bagaimana dengan warga sipil? Warga sipil tetap memiliki berperan penting. Bekaca dari perang kemerdekaan Ketika tentara bergerak sebagai kekuatan pembebas, warga sipil berperan sebagai penyangga logistiknya. Demikian dapat dipahami bahwa semua warga negara memiliki peranan dalam pelaksanaan manajemen bencana yang dilakukan, dalam hal ini baik dengan mematuhi protokol kesehatan serta senantiasa waspada akan potensi bencana yang terjadi selama angin monsoon yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrim. Demi menghadapi dampak bencana nasional hendaknya pemerintah jangan sampai kehilangan momentum. Pemerintah pusat mengambil alih kewenangan pemerintahan daerah sebagai langkah awal yang tepat.Semua mesti dipikirkan dengan matang akan implikasi dan konsekuensi yang ditimbulkan dengan langkah yang diambil.

Sumber: google.com

Sebagai rekomendasi, Pusat Penelitian (LIPI) Politik merangkumnya dalam enam poin penting. Pertama, wajib dibuat regulasi yang operasional dengan pembagian wewenang yang jelas di antara para aktor yang terlibat dalam penanganan bencana. Kedua, diperlukan kebijakan yang bersifat darurat dengan memangkas jalur birokrasi dalam penanganan bencana alam. Ketiga, pemerintah daerah perlu segera membuat dan menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang terkait dengan penanggulangan bencana, sementara pemerintah pusat membuat standardisasi isi Perda. Keempat, pemerintah pusat harus segera membuat PP (Peraturan Pemerintah) tentang tugas perbantuan TNI yang terkait dengan penanggulangan bencana. Kelima, transparansi pengelolaan dan penggunaan dana bantuan bencana melalui auditor independen dan diumumkan secara publik. Keenam, pemerintah harus mempertimbangkan faktor keseimbangan lingkungan dalam semua aspek kebijakan pembangunan, termasuk di dalamnya memberikan akses kepada masyarakat terkait dengan kebijakan tata ruang, baik dalam proses perencanaan maupun kontrol atas implementasi kebijakan tersebut

            Dalam tulisan selanjutnya penulis akan membahas mengenai tahapan dalam manajemen bencana secara tepat dan terstruktur sehingga dalam penerapannya dapat diselenggarakan dengan mudah, transparan, serta optimal. Stay tune, stay healthy!

 

Oleh: Priska Grace

Sumber:

Pengertian Manajemen Bencana (TAHAPAN, TUJUAN, JENIS dll) (selasar.com)

http://www.politik.lipi.go.id/kegiatan/tahun-2008/3-disaster-management-perspektif-politik-dan-kebijakan

https://rayakultura.net/politik-bencana-dan-bencana-politik/

https://tirto.id/angin-monsun-pengertian-penyebab-kemunculan-dan-jenisnya-erP5

Comments

Popular posts from this blog

PESONA INDONESIA: Karangsambung, Black Box Alam Semesta di Pulau Jawa

Halo! Apa kabar pembaca hari ini? Melewati triwulan pertama di tahun 2021 apakah menyenangkan? Penulis berharap kehidupan pembaca berjalan dengan baik dan lancar untuk segala urusannya. Hehe.. Untuk mengurangi kejenuhan sebelum menempuh triwulan kedua di tahun 2021 ini penulis mau ajak pembaca jalan-jalan nih! Kali ini kita bakal menyusuri daerah selatan pulau Jawa, kira-kira dimana yaa? Bukan Jogja, bukan. Dalam Pesona Indonesia kali ini kita akan mampir ke salah satu geowisata yang mahaseru buat para pecinta sejarah dan geologi. Daripada terlalu lama yuk disimak apa saja keseruan dari rekomendasi wisata kali ini! Sumber: google.com Geowisata Indonesia: Lantai Dasar Samudera Purba yang Kaya Gugusan perbukitan membentang di kanan dan kiri jalan saat memasuki perjalanan bukit dan lembah menuju aliran Sungai Luk Ula, yang berada sekitar 19 km dari sebelah utara pusat Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Gugusan tersebut memiliki dinding-dinding batu raksasa dengan menampilkan lapisan-lapis...

MUDIK: Tradisi Fenomenal Sebelum Hari Raya

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah yang diprediksi jatuh pada tanggal 2 Mei 2022 kondisi jalanan terpantau ramai. Pasalnya tradisi mudik mulai dijalankan kembali setelah dua tahun terhenti akibat pandemi. Pandemi pada awal tahun 2020 menyebabkan tradisi mudik mandeg ; jalan antar kota ditutup, lebaran dirumah saja, tidak ada halal-bihalal maupun silaturahmi secara langsung. Terjadi perubahan secara signifikan dalam merayakan tradisi turun-temurun yang dilakukan setiap tahun. Silaturahmi dilakukan secara daring dengan aplikasi komunikasi virtual, bersalaman dan ucapan hari raya digantikan dengan chat via media sosial disertai emotikon—atau jika beruntung, saling berkirim hampers alias parcel untuk orangtua, sanak saudara, serta teman dekat. Sebenarnya sejak kapan sih tradisi mudik ini dimulai? Pada tulisan kali ini penulis akan mengulas mengenai tradisi yang menjadi salah satu fenomena besar di Indonesia ini serta makna serta   peranan pemerintah dalam kebijakan yang me...

PESONA INDONESIA: BALKONDES, Inovasi Baru Bagi Etalase Wisata Desa

       Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2020, pandemi corona virus telah berlangsung hampir satu tahun lamanya. Begitu banyak momen terlewat tetapi juga banyak pengalaman baru yang didapatkan, terutama terkait dengan penggunaan teknologi. Yang dekat harus dijauhkan, yang jauh dihubungkan dengan teknologi virtual. Untuk menghibur akhir tahunmu, berikut adalah informasi terkait kepariwisataan Indonesia yang telah banyak dikembangkan oleh Pemerintah dan masyarakat sekitar, namun sayangnya akhir-akhir ini melesu karena pandemi. Jangan khawatir, kamu bisa mengunjunginya setelah pandemi ini mereda. Lebih baik mulai kenali dulu tujuan  trip- mu dan siapkan budget agar nanti dapat berwisata dengan aman enjoy. Mari kita berkenalan dengan Balkondes sebagai rekomendasi tempat wisata dari penulis kali ini! Apa sih BALKONDES itu?      Balkondes merupakan akronim dari Balai Ekonomi Desa, adalah sebuah terobosan baru untuk meningkatkan perekonomi...