Skip to main content

Posts

MUDIK: Tradisi Fenomenal Sebelum Hari Raya

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah yang diprediksi jatuh pada tanggal 2 Mei 2022 kondisi jalanan terpantau ramai. Pasalnya tradisi mudik mulai dijalankan kembali setelah dua tahun terhenti akibat pandemi. Pandemi pada awal tahun 2020 menyebabkan tradisi mudik mandeg ; jalan antar kota ditutup, lebaran dirumah saja, tidak ada halal-bihalal maupun silaturahmi secara langsung. Terjadi perubahan secara signifikan dalam merayakan tradisi turun-temurun yang dilakukan setiap tahun. Silaturahmi dilakukan secara daring dengan aplikasi komunikasi virtual, bersalaman dan ucapan hari raya digantikan dengan chat via media sosial disertai emotikon—atau jika beruntung, saling berkirim hampers alias parcel untuk orangtua, sanak saudara, serta teman dekat. Sebenarnya sejak kapan sih tradisi mudik ini dimulai? Pada tulisan kali ini penulis akan mengulas mengenai tradisi yang menjadi salah satu fenomena besar di Indonesia ini serta makna serta   peranan pemerintah dalam kebijakan yang me...
Recent posts

PESONA INDONESIA: Karangsambung, Black Box Alam Semesta di Pulau Jawa

Halo! Apa kabar pembaca hari ini? Melewati triwulan pertama di tahun 2021 apakah menyenangkan? Penulis berharap kehidupan pembaca berjalan dengan baik dan lancar untuk segala urusannya. Hehe.. Untuk mengurangi kejenuhan sebelum menempuh triwulan kedua di tahun 2021 ini penulis mau ajak pembaca jalan-jalan nih! Kali ini kita bakal menyusuri daerah selatan pulau Jawa, kira-kira dimana yaa? Bukan Jogja, bukan. Dalam Pesona Indonesia kali ini kita akan mampir ke salah satu geowisata yang mahaseru buat para pecinta sejarah dan geologi. Daripada terlalu lama yuk disimak apa saja keseruan dari rekomendasi wisata kali ini! Sumber: google.com Geowisata Indonesia: Lantai Dasar Samudera Purba yang Kaya Gugusan perbukitan membentang di kanan dan kiri jalan saat memasuki perjalanan bukit dan lembah menuju aliran Sungai Luk Ula, yang berada sekitar 19 km dari sebelah utara pusat Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Gugusan tersebut memiliki dinding-dinding batu raksasa dengan menampilkan lapisan-lapis...

POLITIK DAN BENCANA: Pandemi Belum Hilang, Monsoon Datang

Kita tahu bahwa diawal tahun 2020 lalu seluruh dunia dilanda pandemi Covid-19, tak terkecuali Indonesia. Pemikiran skeptis diawal sirna bersamaan dengan begitu banyak korban jiwa, baik dari pasien maupun tenaga medis. Pemerintah dan masyarakat bersama-sama berusaha serta bertahan di tengah masa pandemi. Protokol kesehatan begitu diutamakan agar roda perekonomian tetap bergerak meski melambat. Sumber: google.com Pandemi belum berlalu, angin monsoon datang. Angin Monsoon (monsun, red) atau biasa disebut dengan angin muson (musim; Arab) selalu melewati Indonesia setiap enam bulan. Terdapat dua macam angin monsoon: Monsoon Barat dan Monsoon Timur. Monsoon barat bertiup dari barat hingga barat laut dan muncul pada setiap Oktober sampai April. Munculnya angin monsoon barat menjadi indikator terjadinya musim hujan di wilayah Indonesia. Posisi matahari yang berada di belahan bumi selatan menyebabkan bagian tersebut—khususnya benua Australia, mendapat lebih banyak panas matahari daripada benu...

PESONA INDONESIA: Semarang Heritage Tourism

Ibukota Jawa Tengah ini diresmikan pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi 954H dan disahkan oleh Sultan Hadiwijaya (setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga). Pada mulanya Semarang merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno dengan nama Pragota (kini Bergota). Dahulu Pragota merupakan pelabuhan dengan gugusan pulau kecil di depannya akibat pengendapan, gugusan pulau kecil itu akhirnya meluas sehingga membuat sebuah kawasan baru yang kini disebut sebagai ‘Semarang bawah’.   Sumber: google.com Dengan segala hiruk-pikuknya tenyata Semarang memiliki sisi yang mempesona sedari jaman dahulu. Semarang sempat dijuluki sebagai Little Netherland , dikarenakan kondisi geografisnya yang serupa dengan tanah di negeri Belanda. Selain menarik dari segi geografis, secara historis Semarang juga merupakan spot penuh sejarah. Pada 15 Januari  1678 ,  Amangkurat II dari  Kesultanan Mataram  di Kartasura, menggadaikan Semarang dan sekitarnya kepada...

IMLEK: Hidangan Istimewa Penuh Makna

  12 Februari 2021 mendatang kita akan memasuki tahun Kerbau Logam. Dilansir dari  WowAstrology.com , Jumat (1/1/2021), tahun Kerbau Logam merupakan tahun yang tidak mudah. Dapat dibilang ini merupakan tahun pemulihan setelah tahun tikus logam pada 2020 lalu. Kerbau menempati posisi kedua dalam astrologi Tionghoa. Diketahui bahwa terdapat 12 hewan shio, secara berurutan hewan-hewan tersebut adalah tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Memasuki tahun yang baru ini ditandai dengan perayaan Imlek. Dan pastinya dalam sebuah perayaan tidak terlepas dari jamuan makan. Berbagai macam makanan yang bahkan hanya tersedia setahun sekali pada saat hari raya tersebut akan memenuhi meja makan untuk disantap bersama-sama dengan keluarga besar yang terkumpul. Walaupun mungkin pada tahun ini akan sedikit berbeda dikarenakan adanya pandemic Covid-19, berikut akan penulis ulas mengenai hidangan istimewa apa saja yang biasanya disajikan pad...